Lidah

Tidak ada kejemuan
bagi lidah yang keranjingan omong kosong
di bangku-bangku orang bertaruh akan nasib
mempermainkan Siapa menjadi Apa, gila-gilaan...

Ketawa bahak, serapah, menuju masturbasi
terlalu karib sudah, hiburan yang dicinta
Lari dari pemeo, pidato politik tetap baru
tepuk tangan, hore, bagian dialektik berjuang.

Lidah adalah got dari pikiran dan hati
di dunia, bukan cuma di ibu kota Niniwe
mesti datang Yunus, atau siapa pun, menyerbu
satu perkara yang pernah didengar Musa
Jika tidak, lahirlah Nuh, atau siapa pun
yang mengulang pengertian tentang banjir
menyapu got, menggenang tanah, menjadi laut
Lantas siapa Sem, siapa Yafet, siapa Ham....

"Puisi Remy Sylado"
PuisiLidah
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post A Comment:

0 comments: