loading...
Lagu Duka


Ia datang tanpa menetuk lalu merangkulku
adapun ia yang licik bernama duka.
Ia bulan jingga neraka langit dadaku
adapun ia yang laknat bernama duka.

Ia keranda cendana dan bunga-bunga sutra ungu
adapun ia yang manis bernama duka.
Ia tinggal lelucon setelah ciuman panjang
adapun ia yang malang bernama duka. 

 
 
"Puisi: Lagu Duka"
Puisi: Lagu Duka
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top