loading...
Nenek yang Tersia Bersunyi Diri


Nenek yang tersia bersunyi diri
bertempat di paling kiri berpaling segala hati
sepi adalah kenalan yang lama
tanpa mengetuk menyampingi lewat jendela.

Dipatahi reranting kering bagai jemarinya
teman beromong malam di tungku berabu
langkahnya sepi bila nuruni jalan batu
mengemis dengan mata, semua datang dari pinta
segala yang tertadah berakhir palingkan muka
makian diperanakkan kejijikan.

Nenek yang tersia bersunyi diri
langkahnya sepi menuruni jalan batu.
Gadis cilik rambut berpita warna bunga
langkahnya dansa menaiki jalan batu.

Keduanya bertemu dengan hati dan mata:
- Selamat pagi, Nenek Tua!
Lalu segala jalanan teduh, rerumput adalah bunga:
- Ah, alangkah manisnya bocah itu
dikatakannya selamat pagi kepadaku!
 
 
"Puisi: Nenek yang Tersia Bersunyi Diri"
Puisi: Nenek yang Tersia Bersunyi Diri
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top