Puisi: Lukisan Mawar (Karya Dorothea Rosa Herliany)
Puisi: Lukisan Mawar (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Lukisan Mawar Kuletakkan mawar pada vas dalam lukisan itu namamu mengabur dalam warna tanah. Dalam...

Read More »

Puisi: Sebuah Radio, Kumatikan (Karya Dorothea Rosa Herliany)
Puisi: Sebuah Radio, Kumatikan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Sebuah Radio, Kumatikan fragmen ke 23, kepada XG Mungkin yang kaudengar tadi cuma kepak burung, ad...

Read More »

Puisi: Membaca Bahasa Hujan (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Membaca Bahasa Hujan (Karya Diah Hadaning)

Membaca Bahasa Hujan Karena tiada kali direntang jembatan Kubanjirkan sungai hujan karena tak se...

Read More »

Puisi: Rerasan Pesisiran (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Rerasan Pesisiran (Karya Diah Hadaning)

Rerasan Pesisiran Delapan windu angka jadi guguran bunga ditebar angin tenggara pengunci Tanya l...

Read More »

Puisi: Membaca Bahasa Gaduh (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Membaca Bahasa Gaduh (Karya Diah Hadaning)

Membaca Bahasa Gaduh Berujar tak pada siapa melepas malam menerka waktu malam gaduh di kota-kota...

Read More »

Puisi: Membaca Bahasa Lelaki (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Membaca Bahasa Lelaki (Karya Diah Hadaning)

Membaca Bahasa Lelaki Lelaki penunggu Kali Wisa lelaki selalu geliatkan nasib pantura setahun se...

Read More »

Puisi: Teluk Banten Masih Setia (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Teluk Banten Masih Setia (Karya Diah Hadaning)

Teluk Banten Masih Setia Teluk Banten masih setia kirim buih ombaknya Tanjung Pontang masih menj...

Read More »

Puisi: Catatan yang Tertinggal Buat Leo Kristi (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Catatan yang Tertinggal Buat Leo Kristi (Karya Diah Hadaning)

Catatan yang Tertinggal Buat Leo Kristi Yang menyanyi hari ini: dengan suara, dengan mata, den...

Read More »

Puisi: Sajak Seorang Penyair (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Sajak Seorang Penyair (Karya Diah Hadaning)

Sajak Seorang Penyair Awal sebuah perjalanan manakala pagi membuka gelap bebukitan dan doa siap ...

Read More »

Puisi: Tuak Bali Tuak Kehidupan (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Tuak Bali Tuak Kehidupan (Karya Diah Hadaning)

Tuak Bali Tuak Kehidupan Meleleh dari guci pecah Putu, jangan sentuh itu mari kita susul mereka ...

Read More »

Puisi: Elegi Jakarta (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Elegi Jakarta (Karya Diah Hadaning)

Elegi Jakarta Langit kota tak sajikan bintang malam ini langit kota tak riapkan kabut menguap ...

Read More »

Puisi: Doa Seekor Katak Kala Bulan Agustus (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Doa Seekor Katak Kala Bulan Agustus (Karya Diah Hadaning)

Doa Seekor Katak Kala Bulan Agustus Tuhan, Ruh segala makna kemerdekaan jangan hujankan langit s...

Read More »

Puisi: Nyanyian Perempuan Malam (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Nyanyian Perempuan Malam (Karya Diah Hadaning)

Nyanyian Perempuan Malam Hujan petang menerpa jendela kamar rumah bunga pinggir jalanan jarum-ja...

Read More »

Puisi: Elegi Indramayu (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Elegi Indramayu (Karya Diah Hadaning)

Elegi Indramayu Dalam elegi tembangnya pernah dibawa merantau bocah lanang nama Badri luluh dala...

Read More »

Puisi: Bunga Mawar di Pucuk Senapan (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Bunga Mawar di Pucuk Senapan (Karya Diah Hadaning)

Bunga Mawar di Pucuk Senapan (bagi perempuan Bosnia) Hari-harinya tercecer antara tebaran kelong...

Read More »

Puisi: Angin Utara Bertiup Lembut (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Angin Utara Bertiup Lembut (Karya Diah Hadaning)

Angin Utara Bertiup Lembut di Jalan Lurus Kotaku Di jalan lurus kotaku pohon-pohon berjajar ayu ...

Read More »

Puisi: Balada Sang Perkasa (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Balada Sang Perkasa (Karya Diah Hadaning)

Balada Sang Perkasa Bumi langit lembah dan bukit sepanjang musim terus bersaksi kehadiranmu sang...

Read More »

Puisi: Samarinda Seberapa Bara (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Samarinda Seberapa Bara (Karya Diah Hadaning)

Samarinda Seberapa Bara Titik akhirnya jadi nyala garis akhirnya jadi lidah api mimpimu dihelany...

Read More »

Puisi: Catatan Nopember di Jalan Imam Bonjol (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Catatan Nopember di Jalan Imam Bonjol (Karya Diah Hadaning)

Catatan Nopember di Jalan Imam Bonjol Trotoar simpan debar pohonan tua simpan getar langit Jakar...

Read More »

Puisi: Pada Sebuah Teluk (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Pada Sebuah Teluk (Karya Diah Hadaning)

Pada Sebuah Teluk I Ombak barisan menyapa siang pantai Pacitan nunggu persembahan. Ada yan...

Read More »

Puisi: Amsal Gua (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Amsal Gua (Karya Diah Hadaning)

Amsal Gua Kukidungkan desir kehidupan mengapung di gelap gua dalam tetes ritmis antara stalagt...

Read More »

Puisi: Menanti Janji Sang Kalasuba (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Menanti Janji Sang Kalasuba (Karya Diah Hadaning)

Menanti Janji Sang Kalasuba Sang kalasuba kusapa usunglah janji purba tentang makna tersirat d...

Read More »

Puisi: Episoda Musim (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Episoda Musim (Karya Diah Hadaning)

Episoda Musim Pada suatu musim tak bertanda seorang tua sisa peradaban bercerita pada manusia pe...

Read More »

Puisi: Yang Memanggil (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Yang Memanggil (Karya Diah Hadaning)

Yang Memanggil I Seorang prajurit tua  memanggil setiap nama orang-orang urban orang-orang m...

Read More »

Puisi: Pesan dari Tepi Gaduh (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Pesan dari Tepi Gaduh (Karya Diah Hadaning)

Pesan dari Tepi Gaduh Kota gaduh sepanjang langkahmu darah catatan bertebaran di ruang-ruang mah...

Read More »

Puisi: Ritual Perang Api (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Ritual Perang Api (Karya Diah Hadaning)

Ritual Perang Api Telah ditata garis batas segi tiga ubarampe di tengahnya pawing muda memasuki ...

Read More »

Puisi: Bahasa Enampuluh Purnama (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Bahasa Enampuluh Purnama (Karya Diah Hadaning)

Bahasa Enampuluh Purnama I Enampuluh purnama menghitung ruas waktu orang-orang meraung terjirat ...

Read More »

Puisi: Menyimak Guruh November (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Menyimak Guruh November (Karya Diah Hadaning)

Menyimak Guruh November Guruh dan angin saling sapa di udara terhela-hela ingatanku coba temukan b...

Read More »

Puisi: Jakarta (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Jakarta (Karya Diah Hadaning)

Jakarta Glamournya menyebar liar sampai ke kota tua mengejek kampung utara aku ternganga ket...

Read More »

Puisi: Malam di Tepi Hutan (Karya D. Zawawi Imron)
Puisi: Malam di Tepi Hutan (Karya D. Zawawi Imron)

Malam di Tepi Hutan Kubaca kelap-kelip pelita dari satu ke satu Adalah gelap membuka lembaran-le...

Read More »

Puisi: Refrein di Sudut Dam (Karya D. Zawawi Imron)
Puisi: Refrein di Sudut Dam (Karya D. Zawawi Imron)

Refrein di Sudut Dam Amsterdam bagiku memang sebuah terminal dengan detik-detik yang terasa mahal ...

Read More »

Puisi: Dendam (Karya Chairil Anwar)
Puisi: Dendam (Karya Chairil Anwar)

Dendam Berdiri tersentak Dari mimpi aku bengis dielak. Aku tegak Bulan bersinar sedikit tak nampak. ...

Read More »

Puisi: Purnama Raya (Karya Amir Hamzah)
Puisi: Purnama Raya (Karya Amir Hamzah)

Purnama Raya Purnama raya bulan bercahaya amat cuaca ke mayapada. Purnama raya gemala berdenda...

Read More »

Puisi: Pintu (Karya Aldian Aripin)
Puisi: Pintu (Karya Aldian Aripin)

Pintu Lewat pintu berpijak langkah yang mesra Selagi hati ceria dan harapan terbuka Tapi bila hati gundah dan me...

Read More »

Puisi: Cikini Raya (Karya Ajip Rosidi)
Puisi: Cikini Raya (Karya Ajip Rosidi)

Cikini Raya Pedagang kembang yang menembang sumbang dilarikan karet becak ke ujung malam lampu-lampu jalan bersina...

Read More »
loading...
 
Top