loading...

Malam di Tepi Hutan

Kubaca kelap-kelip pelita
dari satu ke satu
Adalah gelap membuka lembaran-lembaran lalu.

Piala purba yang lama remuk
kini kembali berbentuk
Padanya air mata seruling kuteguk
Badik di tangan bisa dilepas.

Badik di hati
yang ditempa dalam tafakur
telah siap menoreh bulan:

Embun hari esok
akan sanggup
melidahkan deburan ombak.

"Puisi: Malam di Tepi Hutan (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Malam di Tepi Hutan
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top