Bisnis

header ads

Puisi: Membaca Bahasa Hujan (Karya Diah Hadaning)

Membaca Bahasa Hujan

Karena tiada kali direntang jembatan
Kubanjirkan sungai hujan
karena tak sebahasa mengeja makna
Kukejutkan musim bunga dengan pohon tumbang
karena keangkuhan jadi mahkota jiwa
Kulongsorkan bukit-bukit tanah pinggiran
tangis kata Aku hilang Keadilan
Aku sedang Ciptakan penyembuhan.

Seorang perempuan membaca dalam diam:
barangkali melati kembali putih
barangkali mawar kembali merah
harusnya suwung menjadi rumah
harusnya dengung menjadi prasetya sumpah
deras hujan membasuh senja April
deras dzikir membasuh jiwa.

Bogor
April, 2004
"Puisi: Membaca Bahasa Hujan (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Membaca Bahasa Hujan
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar