Membaca Bahasa Lelaki

Lelaki penunggu Kali Wisa
lelaki selalu geliatkan nasib pantura
setahun sekali lupakan pengkhianatan kota
pernah tertikam pedang berkarat
saat rembulan berkalang.

Sementara lelaki Akar Rimang
lelaki serat kayu bentuk Adam
ditatah diukir sungsang cuaca
jiwa latu baker tubuh sendiri
jika musim kikis sisa habis tinggal gamang

Lelaki sederhana cemaskan bukit kapur
ngidung malam kirim doa leluhur
menatap rembulan separo
siapkan penolakan atas algojo
bukit kami adalah sisa segala sisa, keluhnya

Sementara lelaki cemaskan lading sawi
menuai kilat lidah belati
menatap matahari bulan Sembilan
serunya tertahan: kusiapkan bibit wijaya kesuma
setelah kucabut akar ilalang.


Cimanggis
September, 2004

Catatan:
latu (Jawa) = api
"Puisi: Membaca Bahasa Lelaki (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Membaca Bahasa Lelaki
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top