Rerasan Pesisiran

Delapan windu angka jadi guguran bunga
ditebar angin tenggara pengunci Tanya
laut pun tak tanya akan ombaknya
ombak pun tak tanya akan deburnya
orang-orang pesisir diam-diam hitung musim
gumam tembang pesisiran
tak lagi cemasi kampung tepi laut
tempat angan perempuan tersangkut
karena rembulan dan mentari telan jabat cahaya
tak lagi cemasi pagi jelang upacara
karena cakrawala dan kening telah menyatu
seiring tembang syahdu.

Dalam jiwa hadir hari keramat
dalam sukma hadir hari bertobat
orang-orang dengar suara genta
tak lagi raung-raung tangis purba
tak lagi keluh kesah nafas terengah
semua telah di ujung langkah
semua telah di batas waktu
saatnya Sabdopalon dan Noyogenggong
hadir kembali menagih janji
seiring munculnya tanda-tanda alam
gunung-gunung meletus
alam murka banjir melanda
huru-hara di mana-mana
lalu teduh tenang
tanah air damai raya.

Cimanggis
September, 2004
"Puisi: Rerasan Pesisiran (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Rerasan Pesisiran
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top