Sajak Seorang Penyair

Awal sebuah perjalanan manakala pagi
membuka gelap bebukitan
dan doa siap dalam lantunan
awal sebuah pengertian manakala penyair
tak lagi bersajak tentang bulan
bulan telah lumat terkunyah fakir di pojok taman.

Akhirnya satulah nafas hutan nafas kota
akhirnya satulah desah alam desah sukma
dan berkabarkanlah langit kepada gagak yang melintas
tentang perjalanan panjang
pemimpin salon dan penyair jalanan
memburu bulan perlambang kebahagiaan sendiri
tanpa peduli isi mulut fakir di pojok taman
yang menyatu dalam liur dalam dengkur.

Sang sadar datang terlambat
esoknya orang dapati
sang pemimpin naik mimbar
memperbarui janji dan mengangkat panji-panji
sang penyair pingsan terkapar
tanpa janji tanpa panji-panji.

Jakarta, 1980
"Puisi: Sajak Seorang Penyair (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Sajak Seorang Penyair
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top