Samarinda Seberapa Bara

Titik akhirnya jadi nyala
garis akhirnya jadi lidah api
mimpimu dihelanya
jadi alas jiwa temaha
engkau menap
engkau menghitung
engkau menanti
berapa lama yang hilang tumbuh kembali
bara hanguskan dada kembara
bara sisakan mimpi Samarinda
bara mengejek anak merdeka
orang-orang masih bisa ketawa
sementara asap telah melapis udara
barangkali dalam bencana
masih dikemas angka-angka
kiranya Mandau telah diganti
jadi kata bakar
dan semuanya jadi api
di seberang Mahakam engkau kelu.

Maret, 1998
"Puisi: Samarinda Seberapa Bara (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Samarinda Seberapa Bara
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top