Yang Memanggil

I
Seorang prajurit tua 
memanggil setiap nama
orang-orang urban
orang-orang musiman
orang-orang mimbar
suarakan mimpi masa datang
bendera belum diturunkan
dan aku memanggil namamu
anak wayang 
anak lenong
anak jalanan
tembangkan irama perjalanan
dalam gambang kromong
dan dolanan
dalam gambuh
dan ketawangan.

II
Sepanjang subuh sampai menuju lohor
sepanjang lohor menuju magrib
siang diam-diam menuju malam
malam diam-diam menuju pagi.

Ombak-ombak kepulauan seribu
basahi pantai dan jiwamu
yang terus menghela beban
yang tak pernah henti berjalan

membiarkan angin 
berdesir di pesisir 
membiarkan panen ikan
di laut mimpi.

Bogor
September, 2000
"Puisi: Yang Memanggil (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Yang Memanggil
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top