Bisnis

header ads

Puisi: Jam Kerja Telepon (Karya Afrizal Malna)

Jam Kerja Telepon

Ini bicara dengan Merlin. Saya Merlin. Tetapi Merlin 
tak ada di mana-mana. Merlin sedang jadi bintang. 
Merlin sedang jadi bintang. Saya ciptakan orang-orang 
dari obat tidur. Tetapi suaramu parau, Merlin. Saya 
menelanjangi diri sendiri, seperti menelanjangi dunia 
yang minta saya jadi Merlin.

Tetapi Merlin tak ada di mana-mana, seperti dunia tak 
ada di mana-mana, seperti orang tak ada di mana-mana. 
Merlin telah jadi pamflet dari keinginan jadi manusia. 
Tolong sambungkan saya dengan dunia mana pun, 
Merlin. Saya Merlin. Tetapi Merlin tak ada di mana-mana. 
Merlin sedang jadi bintang, mengubah dunia jadi obat 
tidur. Kau menangis, Merlin. Saya menyaksikan orang-
orang lahir dari telepon. Mereka memaksa saya jadi 
Merlin. Mereka memaksa saya jadi Merlin. Dan saya 
meneguknya dalam putaran: Pil!

Saya mencium bau busuk dari telepon. Saya 
kehilangan kontak. Saya tercekik. Saya bukan Merlin. 
Merlin telah jadi ibu, Merlin telah jadi ibu, dalam TV-TV 
merah kuning hijau biru dan sepi.

1986
"Afrizal Malna"
Puisi: Jam Kerja Telepon
Karya: Afrizal Malna

Posting Komentar

0 Komentar