September 2004
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Tong Potong Roti

Tong potong roti
roti campur mentega
Belanda sudah pergi
kini datang gantinya

Tong potong roti
roti campur mentega
Belanda sudah pergi
bagi-bagi tanahnya

Tong potong roti
roti campur mentega
Belanda sudah pergi
siapa beli gunungnya

Tong potong roti
roti campur mentega
Belanda sudah pergi
kini Indonesia

Tong potong roti
roti campur mentega
Belanda sudah pergi
kini siapa yang punya
Solo, Kalangan
April 1989
"Puisi: Tong Potong Roti (Karya Wiji Thukul)"
Puisi: Tong Potong Roti
Karya: Wiji Thukul
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Satu Kata Lawan
Jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa
Kalau rakyat sembunyi
dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar
Bila rakyat tidak berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam
Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya ada satu kata: lawan!
Solo, 1986
"Puisi: Satu Kata Lawan"
Puisi: Satu Kata Lawan
Karya: Wiji Thukul
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Masihkah Kau Membutuhkan Perumpamaan?
Untuk Prof. Dr. W.F. Wertheim pada ulang tahun yang ke-90 (11-11-1997)

Waktu aku di geladak kapal
di tengah Laut Jawa
bersama para TKW dari Malaysia
pulang hendak berlebaran di kampungnya
ingin aku menulis puisi
dengan pembukaan: hidup ini seperti laut
dan aku ini penumpang yang...
tapi apakah hidupku ini masih butuh perumpamaan

Waktu aku hendak ke Yogya
lewat Ponorogo Jatisrono terus Wonogiri
dan di Pracimoloyo mampir mandi
di mata air bersama satu-satunya
untuk beberapa desa
waktu naik bis umum
bersama penduduk yang membawa ember
kain baju cucian
berkilo-kilo meter jarak rumah ke
mata air
akan bertanya-tanya
masihkah aku membutuhkan perumpamaan
untuk mengungkapkan ini?

Waktu mataku ditendang tentara
dalam pemogokan buruh
dalam hati aku bilang mereka lebih ganas dari serigala
tapi aku masih ragu apakah perumpamaan ini
kupahami

Waktu aku jadi buronan politik
karena bergabung dengan Partai Rakyat Demokratik
namaku diumumkan di koran-koran
rumahku digrebek - biniku diteror
dipanggil Koramil diinterogasi diintimidasi
(anakku - 4 th - melihatnya!)
masihkah kau membutuhkan perumpamaan
untuk mengatakan: AKU TIDAK MERDEKA.

Jakarta, 1 Nopember 1997
"Puisi: Masihkah Kau Membutuhkan Perumpamaan?"
Puisi: Masihkah Kau Membutuhkan Perumpamaan?
Karya: Wiji Thukul