loading...
Kandungan


Ia merenda baju mungil dan harapan
rahim yang subur menyimpan sebagian angan-angan.

Lesu dibebani kandungan dan mimpi yang bersarang di dada.
Dipuasi diri dengan beras mentah, mangga muda.

Yang tergolek dikandung dicita bunga hidupnya
dendangnya dilagukan sekarang, menyanyi pula podang
terbayang sudah sepasang mata menggenggam separo dirinya.

Dan lakinya memandang dengan pandang warna teja
merasa sebagian dari nyawa di rahim istrinya juga
keduanya bertatapan, bicara dalam kediamannya
terungkap peraman rasa memberi warna pada senja.

Lalu lelaki itu membelai perut istrinya
dicium pada pusar dengan hangat rindu sorga
terasa menggeronjal bayi di rahim manja
perempuan itu menggigit punggung lakinya.

 
 
"Puisi: Kandungan"
Puisi: Kandungan
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top