Catatan Agustus Tahun Ke-60

Bayiku bernama kemerdekaan
lahir dari rahim sejarah
bertualang putih berdarah merah
wajah rembulan jantung matahari
tumbuh dalam asuhan musim dan perjuangan
bertahan dari bencana dan pengkhianatan.

Bayiku kini perkasa
kusebut pesona merdeka
kuiring kumandang tembang dan doa
kuiring khusyuknya puji dan gita
tapi derita tak henti mendera
orang-orang datang dari segala penjuru
semula bijak baru menggebrak
semula 'nolong akhirnya 'rongrong
anak jaman terus bertahan
antara jepitan dosa lama
dan hempasan dosa baru.

Bayiku terus tumbuh
meski kota tak henti rusuh
dikelilingi aneka makhluk tanpa warna
seringai Durna, Sengkuni, Burisrawa dan Kurawa
semua tunjukkan cinta dan pengabdian
tapi selalu salah jalan.

Bogor, 2005
"Puisi: Catatan Agustus Tahun Ke-60 (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Catatan Agustus Tahun Ke-60
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top