loading...

Catatan yang Tertinggal

I
Menghitung langkah ke langkah
memasuki ruang dan waktu
menata jejak ke jejak
menjadi peta perjalanan umur
tak peduli jaman tebar api
langit tebar hujan belati.

Bunga-bunga kecil
di beranda kehidupan
mekar wangi pagi senja
petik harumnya simpan dalam kalbu
jadi pengantar kidung persembahan
setiap purnama lingkar sempurna.

Sadarnya hadir di puncak musim
bukan lagi pasang teratak bicara-bicara
tapi melakukan yang bisa dilakukan
memasuki ruang dan waktu.

II
Tak hitung windu
sampai gunung longsor patah penjor
sampai lindu guncang gapura hilang
ada yang tak tereja
angka di langit warna di mosaik
selalu ada yang tak tereja.

Tak hitung musim
sampai beburung lintasi awan
sampai pohon-pohon meditasi musim
ada yang tak tereja
langit sesudah malam sisakan pucat bulan
selalu ada yang tak tereja.

Teratak Gondosuli
Desember, 2005
"Puisi: Catatan yang Tertinggal (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Catatan yang Tertinggal
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top