loading...

Condet Secabik Net

Terbata di antara hiruk pikuk kota
memeluk diam hijau yang sisa
atau hilang selamat datang pembaruan?
Tersendat lewat atap-atap
rumah bertingkat
mengenang sendiri rimbun pohon salak
dan jawara kekar memapah gadisnya
dari cengkeraman centeng kompeni
lantas berdengang pelan
tentang cagar alam nina bobo yang kelam.

Jakarta
Februari, 1981
"Puisi: Condet Secabik Net (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Condet Secabik Net
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top