Di Teratak Tua

Di teratak tua tanah utara
run-temurun orang-orang sederhana
bermukim sepanjang musim
di kisah baru kan hadir naga kepala tujuh
radius bahaya tiga kota tua itu.

Dengar gemuruh ombak
alam beri tenaga serempak
dengar desing tiupnya angin
kan penuhi selaksa ingin
pandang cahaya matahari
sejak purba padanya manusia mencari
daya tumbuh, usir gamang, hangat terang.

Di hari elokmu wahai putera angin Timur
kuberi bukan seikat mawar dewata
namun derail-deru kata-kata
ruh ombak, angin, mentari dan bunga
mozaik hidup-mati kawula.

Cimanggis
Juli, 2005
"Puisi: Di Teratak Tua (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Di Teratak Tua
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top