Pong Tiku

Tak kuhitung
berapa awan yang gugur dan keningmu
tapi gunung-gunung yang pernah kau taburi rindu
masih tetap menyimpan madu.

Kutahu kini engkau melangkah
memahat jejak di batu-batu.

Dari tongkonan ke tongkonan
senyummu menyiratkan gelombang karang
jadi harapan kerbau-kerbau
yang rajin mencangkul walau kemarau.

Hutan-hutan itu
masih terasa istanamu saja
karena kekhidmatan alam
punya kemerduan lagu yang amat dalam.

Pertemuan ini hanya sebuah ketika
bintang demi bintang akan tenggelam
sedang sorot matamu tajam
senantiasa mengintip
dari sela-sela hujan yang disiramkan matahari.

"Puisi: Pong Tiku (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Pong Tiku
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top