Sisa Kota Peradaban
(Mencari Maskirbi dalam imajinasi)

: Sesaat orang masih saling bincang
tentang luas dan perubahan
tenteram damai tanah pantai
lalu bencana melanda
hempasan ombak samudra usai gempa
punah semua wahai Cut Nya
yang tersisa bayang-bayang bunga cempaka
dalam serat kabut Banda.

Di antara puing kota
mencari wajah-wajah
mungkin ibu mungkin ayah
serasa ingin dengar kembali
saat dendang saat marah
melangkah pelan di jalan lama
jalan kecil yang dulu selalu menaggil
akhir tahun tinggal gigit.

Syair tua, dendang dan tari itu
selamat dalam hatiku, bisiknya kaku
sambil tak henti panggil namamu
Ulebalang, Ulebalang, Ulebalang
cucumu daun melayang.

Cimanggis
Januari, 2005
"Puisi: Sisa Kota Peradaban (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Sisa Kota Peradaban
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top