Kata

I
Matahari, yang akhir-akhir ini jarang sekali kauperhatikan, pagi
ini menerobos celah-celah jendela kamar sampai ke wajahmu.

“Jam berapa ini?” Sudah pagi. Masih juga belum kautemukan
kata sambung itu. Kau kenal betul setiap kata yang ada
dalam kamus itu, karena ikut menyusunnya dulu: yang,
karena, dari, atas, terhadap - tetapi bukan semua itu.

Akhirnya kauperhatikan juga matahari itu, dan kau seperti
bertanya sejak kapan ia berada di sana, sejak kapan ia
seperti suka menyalah-nyalahkan kita, sejak kapan ia
menyebabkan kau bertanya, “Jam berapa ini?”

Masalahnya, belum juga kautemukan kata sambung itu. Apakah
kami berhak mengatakan padamu, “Sudahlah!”?

II
“Ada sepatah kata bergerak ke sana ke mari jauh dalam dirimu;
biarkan saja, ia tak punya bahasa.”

Tapi ia suka membangunkanku.

“Biarkan saja. Ia toh akhirnya akan menyadari bahwa bukan
yang kaucari, dan akan mengembara lagi jauh dalam
dirimu jika kau terjaga dan tenang kembali.”

Tapi aku tak bisa lagi terjaga.

"Puisi: Kata (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Kata
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top