Variasi Ramadhan
(Sambil menonton yang belanja
lebaran, sambil menanti daging
qurban dibagikan - bersabar ...)

(1)
Dekat stasiun ada warung soto kikil: kita
leluasa mengunyah, sambil bercermin di
pekat lemak kuah. si perangkap nikmat
hempang rel timur-barat, tapi kereta tak
mungkin ada lewat–sampai nanti, jam
sebelas, sampai tiba waktu terpilih. mati
”hari apa ini? tanggal berapa?” tidak ada
jawaban. pada sepuluh hari lagi ramadan
akan dimulai - maksudku: ramadhanis sale
di warung stroke di meja asam urat: aku
tercenung. di sebelas bulan ini kita sudah
biasa berpantang apa? dan akan apa lagi?

(2)
Mesjid kami akan dilengkapi menara
tinggi - sarang bagi spiker. agar azan
dan lantun qurían terdengar di seantero
pun bacaan terawih, dan (nanti) tadarus.
sebentar lagi seruan buat sahur, isyarat
imsak, dan terutama: anjuran agar bertakjil
awal serta ujung hari yang bising, dengan
siang yang selalu lengang - tanpa kegiatan
: semua terlelap. sehingga butuh pengeras
agar umat gegas terjaga serta sigap makan.

(3)
Aku membuka catatan belanja bulanan
: menaksir cicilan rumah serta sepeda
motor–memanjang ke julang misteri usia
ditambah rutin uang kuliah serta bea kos
anak, hutang jangka pendek dari telepon,
koran, sembako, rokok, baju - dll dst dsbnya
berbulan dipaksa menahan diri, senantiasa
berpantang serta mengalah. lantas: dengan
apa memanjakan-Nya di jalan zakat + sedekah?
apakah harus merampok, melacur, atau korupsi.

(4)
Silaturahmi bisa dilakukan kapan saja, kataku
pada kawan yang ëngajak halal-bi-halal. reuni
sebab karcis kereta serta pesawat sudah habis
terjual, sedangkan bis habis di-booking acara
mudik bersama. bareng produsen sapi cincang
sambil termangu menaksir tunjangan lebaran
anak, santunan zakat serta kewajiban fitrah - 
sisanya buat pulsa: sms ucapan selamat lebaran
sayap + ceker buat opor hari raya. makan besar
2 bulan lagi - ketika tiba pembagian sapi qurban

(5)
Aku sedang berlatih berbaring. tangan terlipat
di dada agar khidmat menatap ke kiblat
melengos pada apapun sebelum papan lahat
dirapatkan serta lubang kubur dipadatkan
taqarrub - mimpi bercengkerama dengan-Nya.

"Puisi Beni Setia"
Puisi: Variasi Ramadhan
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top