September 2005
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Catatan

Lagi
kau tangkap aku
kucatat

Lagi
kau puntir tanganku
kucatat

Lagi
kau rotan tempurung kepalaku
kucatat

Lakukan
sampai aku berludah darah
biar terkumpul bukti

Lakukan
di depan orang ramai
tunjukkan kepada mereka
pistol dan pentungan kalian
biar mereka lihat sendiri

Lagi
kau aniaya aku
kucatat

Tubuhku adalah bukti
ketika kau pukul berkali-kali

'Rang ramai melihat sendiri
kucatat
aku terus mencatat


Kampung Kalangan, Solo
6 Mei 1995
"Puisi: Catatan"
Puisi: Catatan
Karya: Wiji Thukul
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Sajak

Sajakku gerakan
bahasaku perlawanan
kata-kataku menentang
ogah diam

Ucapanku protes
suaraku bergetar
tidak! tidak!

Sajakku
adalah keluh-kesah dari kegelapan
sajakku adalah ketidakpuasan
yang dari tahun ke tahun
hanya jadi gumam

Sajakku
adalah kritik-kritik
yang hilang dalam bisik-bisik
sajakku mencari mahasiswa
aku ingin bicara
kehidupan sehari-hari
makin menekan

Aku ingin membacakannya
bersama suara-suara perempuan
yang menggapai-gapai jendela kaca
sambil menawarkan salaknya
kepadamu
di stanplat

Aku ingin membacakan sajakku
dalam diskusi-diskusi ilmiah
dalam rapat-rapat gelap
dalam pentas-pentas sandiwara
di depan penyair

Aku ingin menuliskan sajakku
dan mengucapkan kembali
kata-kata kita
yang hilang dicuri di depan
matamu.


Solo
Desember 1987
"Puisi: Sajak"
Puisi: Sajak
Karya: Wiji Thukul