Balada Angalai Riwu Ga

Jalan Macadam sayup-sayup di ujung mata
ladang jagung di daratan senyap
pulau timur yang gersang
rindu lama seorang Riwu Ga
Riwu Ga yang sabar
simak siang tanpa mawar
Riwu Ga yang hanyut
ke masa silam berlumut

: merah putih ada di hati
agama jingi itu dasar kalbu
desa depe tumpah darah
adalah jantung sabu
adalah erang ibu.

Riwu Ga terus mengenang
segelas air dingin masa lalu
dicampur sejumput kapur
buat dia bernama sang bapa
agar suara lebih gelegar
agar cinta anak negeri kian mekar
hanya bagi putra sang fajar.

Indah mesranya Riwu Ga
air mata menetes di pegangsaan timur
tanda cinta paling luhur
meski tak senafas dengan Jakarta
kembali ke ladang jagung di tengah gebang
diam-diam terus mengenang
setia telah menyawa bagi bapa
getar sukma kemerdekaan.

Bogor, 1996
"Puisi: Balada Angalai Riwu Ga (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Balada Angalai Riwu Ga
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top