Catatan Agustus

Pesona ruh dua warna itu
mendepak dan menendang
menggeliat dan menerjang
bicara makna kehadirannya
Kemerdekaan!
tapi para Sengkuni merajalela
tapi para durna makin temaha
aku cemas aku gemas.

Bapa, kusaksikan begitu lama
bapa, kutunggu perubahan nyata

Yudistira, benihkan kejujuran di tanah ini
Bima, kukuhkan ketegaran jiwa bangsa ini
Harjuna, ruhkan kesaktian juang anak negeri
Nakula Sahadewa, berikan makna budi yang lupa diri
Kemerdekaan itu, pesona itu
bersihkan dari limbah hitam dalam jiwa
bebaskan dari udara jelaga purba
lusa manakala angka berubah makna
yang sat jadi sapta
religi buana dalam sabda
menyusur lorong bencana
bingkai tetarian dosa
langkahku zikir purba
kala-kala sumingkira!

Bogor, 2006
"Puisi: Catatan Agustus (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Catatan Agustus
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top