Ladrang Buram Solo Bengawan

Sungai panjang kali bengawan
telah jadi kerut lelaki tua
perahu-perahu sarat tembang kehidupan
telah jadi sejarah terlipat dalam
kenangan anak-anak kota
tumbuh oleh kemas peradaban
tumbuh 'biakkan jasa dan dosa
orang-orang bersaksi terus berjalan
anak-anak hadir lupa kapan lahir
barangkali dewasa oleh asuhan angin
barangkali arif oleh balada tua
dan rembulan hilang dari bengawan
lelaki tua bicara ada kegetiran:
keluhkanlah lewat tembang
pahit manis kehidupan
limbah-limbah kini di bengawan
bocah-bocah kini telah lupa kail mainan
menandak-nandak tanpa mengerti
irama baru menghentak negeri
semusim ke semusim - ya dhenok
hijaukan saja jiwamu
jika tak bisa hijaukan bantaranmu.

Bogor
April, 1992
"Puisi: Ladrang Buram Solo Bengawan (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Ladrang Buram Solo Bengawan
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top