Mendengar Suara

Hujan, angin, gisik, gunung, t'lah bersaksi
saat mengeluh tanpa aksara untuk kata
saat menangis tanpa suara untuk nada
o, jaman edan sesungguhnya t'lah memangsa
aku terdepak
dalam gejolak negeri koyak
aku terbadik
dalam galau negeri tercabik
mengusung keranda angan-angan tak lagi jaman
menembang di beranda berangin tak lagi ingin
Kalinyamat kutelusuri gaung semangat abad
penyembuh segala luka terbabat
lalu kudengar suara bapa angkasa:

Dhuh, angger, puteraku
jangan sira mengeluh s'lalu
walau hidup ini berat
jika s'lalu ingat bertobat
kelak nanti kan diruwat.

Bogor
Akhir 1999
"Puisi: Mendengar Suara (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Mendengar Suara
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top