loading...

Nyanyian Putih

Sesosok bayang bicara dari dunia jauh:
ini hari yang wangi, saudaraku
jangan hentikan nyanyianmu
selagi merah putih masih berkibar tinggi
bersaksilah bagi kami, saudaraku
peluru telah menyunting janji maut
jadi manik dan bintang di dada
mati bukanlah sakit untuk diobati
melainkan nyanyian putih di hati
tentang cinta pada setiap tapak bumi

Terus nyanyikan hari ini, saudaraku
seperti kami nyanyikan dari bayangmu
kenapa lari sembunyi?
pandangi camar terbang sepanjang pantai
bincang cinta egoisme dan hal tak menentu
inikah wujud lain dari pekik merdeka atau mati-ku dulu?
di ujung kakimu itu
dulu darahku tumpah dan beku
tanpa doa tanpa apa-apa
aku tanya dalam kebodohan primitif
tapi kau hanya bernyanyi syairnya lain
sekali, tentang disco dan gensi
aku makin bising tak lelap berbaring
akankah kau henti dan mulai benah diri?
dan mengirim diriku kembang melati...

Jakarta, 1978
"Puisi: Nyanyian Putih (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Nyanyian Putih
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top