loading...

Selalu Laut

Mengapa selalu laut
yang kusebut dalam nyanyian?
Dalam kabut yang gelap
kulihat rohku seperti ikan
yang berenang tak punya rumah.

Hanya air
asal mula dan akhir perjalanan
dan perang telah berlangsung
dalam sajak atau kehendak
kemudian ditiru ombak.

Memang selalu laut
Dan hujan yang sesekali gemuruh
mengajak akar bahar menari
di sela-sela ranting sukmaku.

Segalanya pun pergi
Diam mengalir menabur sandi.

"Puisi: Selalu Laut (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Selalu Laut
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top