Dongeng Sebelum Sarapan

Suatu pagi aku semakin mengerti: Kenapa
lelaki tua itu sekuat tenaga memampatkan
udara ke dalam selongsong ban becak tuanya.

Di dingin pagi ketika hujan tidak mau mereda
dan langit cerah, saat surya gagap menandai
hijau daun dan orang-orang beku disaput lapar.

Itu seperti satu momen - nun dahulu kala:
ketika yang satu meniupkan nafas ikhlas
dan kebebasan pada rongga dada ciptaan-Nya.

"Puisi Beni Setia"
Puisi: Dongeng Sebelum Sarapan
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top