September 2006
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Sajak Tiga Bait
(Kepada: Kun)

Yang gelisah mengajakku pulang
aku tahu aku tak sendirian
sesenyap apa di mana pun
Ada yang mengajak berhenti ketika lari
ada yang mengajak bicara ketika diam
ada yang mengajak terbahak ketika bungkam
ada yang mengajak jaga ketika tidur
aku tak tahu siapa namamu
Yang mengajakku pulang
dengan suara rindu bapa pada anaknya
yang membuatku tersedu
di tengah jalan yang panjang dan remang.
 
"Sajak Tiga Bait (Karya Wiji Thukul)"
Puisi: Sajak Tiga Bait
Karya: Wiji Thukul
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Satu, Dua dan Tiga

Satu dan dua atau pun tiga,
Semua sama sama bohongnya,
Milih boleh, tidak memilih boleh,
Jangan memaksa, itu hak gue.
 
 
"Puisi: Satu, Dua dan Tiga"
Puisi: Satu, Dua dan Tiga
Karya: Wiji Thukul
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Kuterima Kabar Dari Kampung

Kuterima kabar dari kampung
rumahku kalian geledah
buku-bukuku kalian jarah
tapi aku ucapkan banyak terima kasih
karena kalian telah memperkenalkan sendiri
pada anak-anakku
kalian telah mengajari anak-anakku
membentuk makna kata penindasan
sejak dini

Ini tak diajarkan di sekolahan
tapi rejim sekarang ini
memperkenalkan kepada semua kita
setiap hari di mana-mana
sambil nenteng-nenteng senapan

Kekejaman kalian
adalah buku pelajaran
yang tak pernah ditulis! 
 
"Puisi Wiji Thukul"
Puisi: Kuterima Kabar Dari Kampung
Karya: Wiji Thukul