loading...
Nyanyi Zubo


Nyanyimu hitam, Zubo
derita botak kepalamu.
Dering kaleng di jalan terguling
memberi luka pada malam.

Zubo! Zubo!
Kata-kata darah yang hitam
mengetuki botak kepalamu.
Bergulung-gulung kau, Sayang,
lalu menyerah dalam mimpimu.

Zubo! Zubo!
Menjerit-jerit kandil yang tunggal.
Sinar-sinar kuning mencambuki
dinding-dinding yang sepi.
Bukit-bukit kerontang
Tanah kapur kerontang
Dan tiada perempuan.

Mimpi-mimpi mengendap, Sayang,
menikam dirimu dari belakang.
Dan bulan akan bernyanyi:
- Datanglah, Hujan, datang!
Menyiram atas mayatnya putih.
Datanglah, Hujan, datang!
Si hagoan mampus telentang
dibunuh para mimpi!

Zubo! Zubo!
Pecahan-pecahan gelas kaca
bermukim di dua mata.
Nyanyimu hitam Zubo,
segolek berendam segala mimpi. 
 
"Puisi: Nyanyi Zubo"
Puisi: Nyanyi Zubo
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top