Bisnis

header ads

Puisi: Hari Terakhir seorang Penyair, Suatu Siang (Karya Goenawan Mohamad)

Hari Terakhir seorang Penyair, Suatu Siang


Di siang suram bertiup angin. Kuhitung pohon satu-satu
Tak ada bumi yang jadi lain: daun pun luruh, lebih bisu
Ada matahari lewat mengendap, jam memberat dan hari menunggu
Segala akan lengkap, segala akan lengkap, Tuhanku.

Kemudian Engkau pun tiba, menjemput sajak yang tak tersua
Kemudian hari pun rembang dan tanpa cuaca
Siang akan jadi dingin, Tuhan, dan angin telah sedia
Biarkan aku hibuk dan cinta berangkat dalam rahasia.


1964
"Puisi: Hari Terakhir seorang Penyair, Suatu Siang (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Hari Terakhir seorang Penyair, Suatu Siang
Karya: Goenawan Mohamad

Posting Komentar

0 Komentar