Justru


Justru karena tenung, telah
diselamatkan kita dari jemu zaitun
dan warna tua pohon-pohon encina.
Memang masih ada sore yang hanya
itu dan dusun yang tak berubah.
Tapi ternyata hari bisa berkelindan
dengan mimpi, dan kau dan aku
lahir kembali, tercengang dalam
cinta yang fiktif, percaya pada harap
yang tak bersungguh-sungguh.

Justru karena tenung, aku tak akan
membebaskanmu.

Kemarin 'ku cambuk sendiri tubuhku, sakit, agar bangun,
tapi apa yang terjadi? Mimpi itu hanya berubah sedikit:
balur di kulit itu jadi garis biru, seakan huruf pertama Sayid
Hamid, sang pencerita yang membuat kita ada. Sejarah memang
bisa seperti luka gores. Tapi lihat, hidup adalah tenung:
aku milik sahibul hikayat, engkau kisah Cervantes.

Dan kita berbahagia. Dan kita berpura-pura.


2007
"Puisi: Justru (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Justru
Karya: Goenawan Mohamad

Post a Comment

loading...
 
Top