Balada Sebuah Nusa

I
Lagukan SORATA agar lusa tak lagi duka
sorata-sorata-ooooo-sorata
di bening danau Sentani
di lereng pegunungan Kumafa
di bayangnya teluk Wao dan Bira
tepian duka Papua duka Nusantara
rawat kasih Papua kasih Nusantara
tegakkan prasasti suci: satu malam kurun jaman
sinar timur bersinarlah
cahya jiwa bercahyalah
menembus ruang dan waktu
memekarkan doa-doa
mewangikan musim di pulau-pulau
sepanjang urat nadi nusantara
ujung barat sampai Papua
satu jiwa satu rasa satu karsa
semilyar serat cahaya, ya ondoafi
getar semesta sirna duka tahun silam
hasrat sungsang akan hilang
usung semangat hari datang 

II
O, tak lidah mampu ucap kata
tak kata mampu ucap rasa
tak rasa mampu urai misteri
saat ondoafi basuh Papua dengan air danau sentani
pesannya dibawa gelombang angin teluk dan tanjung
jika melangkah salah arah
jika menembang salah nada
jika berdoa salah kata
jangan salahkan mata air jadi air mata
jangan salahkan tanah air jadi air tanah
tumpah kemana-mana jadi bencana
orang-orang berdiri sepanjang pantai
menyanyikan SORATA sepanjang malam
agar lusa tak lagi ada duka
matahari terangi tanah Yamdena
matahari terangi tanah Yamdena
matahari beningkan danau Jamoer dan Sentani
beningkan semua danau Nusantara
bunga-bunga mekar dari segala gunung
simpan harapan orang-orang sederhana
simpan bias cahaya hati semua saudara
datang, datanglah, cahaya di hati
bawalah imanku kembali, datang, ho!

Jakarta
Desember, 2007
"Puisi: Balada Sebuah Nusa (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Balada Sebuah Nusa
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top