loading...

Catatan Sebuah Aula

Ada orang-orang menangisi budayanya
Koran telah memindahkannya dalam kolom-kolom
Menjadi bagian dari komunitas paras-paras
Kehidupan hanya sejarah dari nama-nama
Kenapa tak kalian bangkit dan terjang nama-nama
(sebuah suara bikin bintang-bintang
rontok dari langit dan berjatuhan di sebuah aula)

Dan aku menangisi sajak-sajakku tentang perdamaian
yang tertinggal dari kemasan
di aula orang-orang pilih sajak-sajak kenes dan arogan
terasa sebuah kehilangan menyapa persahabatan
malam-malam pulang dengan setumpuk titipan salam
Din Rayes jua selalu setia
menunggu datang kereta di setasiun tua
batuknya berirama ia tetap bertahan
(Bapa, berkahi saudara tuaku budiman)

Tegal, 1994
"Puisi: Catatan Sebuah Aula (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Catatan Sebuah Aula
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top