Yamdena Mimpi Bencana

Yamdena yang kau sapa
bayang perempuan Saumlaki hilang tifa
ketika angin laut tak lagi
bersarang di lebat hutan
rimbun hijau tinggal tanah bebukitan
Yamdena yang kau sapa
Yamdena sama getirnya.

Yamdena yang kau tatap
bayang lelaki Saumlaki hilang keringat
mengusung keluh anak pulau
mengusung irama bencana ke seberang
barangkali ke pulau Larat
barangkali ke pulau Selaru
barangkali ke Wuliaru dan Selu
cari mawar buat jantung Tanimbar
terbabat gergaji rancangan anyar.

Di antara suara hati terluka
kata-kata menjadi mimpi bencana
Tanimbarku dengan lelaki hati akar
Tanimbarku dengan luka yang terbakar
kubawa dalam setumpuk kata
mengetuk langit Jakarta
karena hutan menjadi musim perkabungan
karena hijau dikelupas dari tanah sejarah.

Bogor
Juli, 1992
"Puisi: Yamdena Mimpi Bencana (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Yamdena Mimpi Bencana
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top