Surat Mobil Paman Si Toni

Ton,

Berhati-hati dalam bersikap dan berucap itu biasakan
Di peralihan pemerintahan yang dalam konfigurasi kekuasaan
Belum jelas, bagai merenungi buah catur di papan
Berpikirlah dalam delapan kemungkinan langkah ke depan
Dan posisi skak-ster, selalu dikhtiarkan

Bugatti 1929 dua kursi dua pintu tanpa atap, Citroen 11 CV 1930-an front- wheel-drive rem hidraulik mesin 1302 cc; Benz 1905 “Taurenwagen” 40 tenaga kuda empat kursi tanpa atap; Austin 1954 A 30 dua pintu setir kanan 803 cc; kamu tahu ini semua sudah ada Pakde masih penasaran Ford 1915 model “T” belum dapat-dapat sudah mengejar-ngejar sampai tahun keempat tapi keluaran 1926 nyaris sama boleh juga masih tawar-menawar dengan relasi  pakde di Colorado sana

Kamu jangan terlibat demo langsung begitu
Apalagi dalam perencanaan strategi macam-macam ini-itu
Informan akan mengawasi dan mencatat namamu
Bukan saja adresmu tapi juga silsilah dan biodatamu
Jangan nyetir ke luar rumah Mazda atau Honda Civicmu itu
Dalam kerusuhan massa resiko dilempar atau dibakar besar
Kalau terpaksa ya pakai hardtop tua saja
Yang suka sok-sokan naik atap mobil ‘kan mahasiswa
Walau hardtop, kalau dinaiki sepuluh orang bisa jadi peot
Hindari pula konser musik di lapangan terbuka
Massa bisa beringas dan sekali ada yang menyulut
Blup! Terbakar lalu main lempar-lemparan
Mobil kamu yang diparkir kacanya konyol berpecahan
Mengindari resiko, naik saja taksi meteran

Kumat Pakde sudah agak reda tidak sangat tergila-gila pada model coupe-cabriolet yang atapnya bisa dilipat ke belakang gaya tahun 1920-an tapi stabil double berlina yang langsing panjang itu begitu chic bagaimana bisa melupakannya belum lagi landautte dua kursi beratap lipat-pasang wah alit  dan begitu selesai dalam perfeksi, jadi toni, Pakde sangat bahagia kamu ikuti nasihat Pakde studi disain industri maka di semester tahun 1999 ambil S-2 di mana kamu mau you just name it pelajari katalog lovejoy tahun akademik akan datang yang Pakde sudah kirimkan masa depan industri otomotif bukan pada mesin tapi pada disain sekali lagi pada disain bodi maka ton kejar ilmu disain industri otomotif dan kamu sejak kecil sudah Pakde perhatikan kreatif menggambar kamu 'kan dulu mau masuk senirupa gila apa bakatmu belum tentu selutut affandi, sadali, zaini atau basuki hari depan nanti susah duitnya susah sudahlah

Susahnya lagi kamu sekarang aktif dalam gerakan
Ya bolehlah sementara untuk beberapa bulan
Seperti katamu hitung-hitung cari pengalaman
Tapi jangan terlalu menonjol usahakan
Pakde khawatir kalau sainganmu pegang kekuasaan
Kamu nanti sengsara habis ditekan-tekan
Sori ya, memang ini generasi Pakde punya kesalahan
Kami mewaris-wariskan politik kedendaman
Tapi Pakde ‘kan tak mau jadi korban
Catat di saat gawat Si-Ai-E pasti melibat
Sebagai Siskamling Dunia yang kurang pekerjaan
Dengan pesuruh mata-mata lama algojo pejagalan
Pembantai sangar jagoan dalam diteil perencanaan
Rapi tersembunyi dalam eksekusi pelaksanaan
Dan Pakde tak mau kamu di pinggir jalan jadi korban

satu Mercedes Mannheim produksi 1931 75 tenaga kuda mobil sport dua pintu berhidung panjang; dua Jaguar merah padam SS90 karya William Lyons dengan garis kontur sangatlah elegan; tiga Ferrari 5125 Speciale yang didisain Pininfarina dengan kemiringan 78 derajat edan-edanan; empat Lamborghini Diablo kuning bening berpintu gulotin dari 0 sampai 97 kilometer per jam dalam empat detik pertama dengan kecepatan setan

Karena ketagihan koleksi mobil begini gila
Kamu tahu Pakde sampai cerai dengan Budemu sudah lama
Mungkin karena kami tak punya anak juga
Kamu tahu Pakde tersinggung betul pada suatu ketika
Budemu bertanya tentang halal-haramnya rezeki dan harta
Bukan saja bertanya malah menggugat pula
Budemu ‘kan tahu suaminya Pejuang Empat Lima
Dan kalau aku berbisnis ketika boom minyak dunia
Mengatur tanker, gas bumi, konsesi hutan dan tambang lainnya

Wajarlah kalau Pakdemu jadi sangat kaya
Wajar ‘kan Ton, wajar saja di dunia kesatu kedua atau ketiga
Argumentasi logis ini Budemu itu tidak bisa terima
Sampai-sampai titik airmatanya
Ya itulah, sehingga ketika ultimatum ditembakkannya
Pilih koleksi mobil atau pilih dia
Kamu sudah tahu putusan Pakde pada akhirnya

Keponakanku Toni
Orde boleh datang orde boleh pergi
Presiden bisa tumbang presiden bisa berdiri
Pakdemu selamat karena profil rendah sekali
Inilah rumus kehidupan camkan dalam di hati
Hiduplah pragmatis, sesekali saja kutip filosofi

Kau tahu Pakde menikmati hari tua jauh di luar kota
Di tempat koleksi mobil tersembunyi dan terpelihara
Kau pernah lihat basement parkir luarbiasa lapangnya
Tapi Pakde sangat khawatir pada kecemburuan mata
Mudah-mudahan barang kesayangan Pakde selamat saja

Semuanya ini Toni, untukmu bila Pakde mati
Surat wasiat sudah Pakde tulis dengan rapi
Tersimpan di bank dalam kotak sekuriti
Pengolah kata Macintosh dokumen dilaminasi
Dan uang tabunganku yang tersembunyi di empat negeri
Berapa trilyunnya kau baca saja di testamenku nanti
Sementara itu Toni, ambil S-2 disain industri
Khususkan otomotif jangan yang lain lagi
Di Stanford, Cornell atau Em-Ai-Ti
Lalu jangan kepalang teruskan S-3 sekali
Tulislah tesis tentang interior kayu jati
Yang serba plastik kini mesti diganti
Apalagi di mobil ratusan ribu dolar sangat tidak serasi
Polypropylene selama ini terlalu dominasi

Toni,
Peluk cium dari Pakdemu ini
Kirimlah pamanmu fax sekali-sekali.

1998
"Puisi Taufiq Ismail"
Puisi: Surat Mobil Paman Si Toni
Karya: Taufiq Ismail

Post a Comment

loading...
 
Top