September 2007
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Tentang Sebuah Gerakan

Tadinya aku pengin bilang
aku butuh rumah
tapi lantas kuganti
dengan kalimat:
setiap orang butuh tanah
ingat: setiap orang!

Aku berpikir tentang
sebuah gerakan
tapi mana mungkin
aku nuntut sendirian?

Aku bukan orang suci
yang bisa hidup dari sekepal nasi
dan air sekendi
aku butuh celana dan baju
untuk menutup kemaluanku

Aku berpikir tentang gerakan
tapi mana mungkin
kalau diam? 
 
"Puisi: Tentang Sebuah Gerakan (Karya Wiji Thukul)"
Puisi: Tentang Sebuah Gerakan
Karya: Wiji Thukul
Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.
Bagi Siapa Kalian Memetik Panenan
Pagi dingin
udara masih mengandung embun
bukit-bukit di kejauhan
disaput arak-arakan halimun

Matahari terbit
sempurna bulat merah setampah di langit

Batang-batang pohon besar dan
cabang-cabangnya
seperti ratusan penari
yang mengangkat tangannya tinggi-tinggi

Kususuri keheningan ini
sendiri

Jilatan matahari
segarnya udara pagi

Alangkah indah negeri ini
andai lepas dari masa ganas tirani
 
"Puisi: Bagi Siapa Kalian Memetik Panenan"
Puisi: Bagi Siapa Kalian Memetik Panenan
Karya: Wiji Thukul