loading...
Pisau di Jalan


Ada pisau tertinggal di jalan
dan mentari menggigir atasnya.
Ada pisau tertinggal di jalan
dan di matanya darah tua.
Tak seorang tahu
dahaga getir terakhir
dilepas di mana:
Tubuh yang dilumpuhkan
terlupa di mana.
Hari berdarah terluka
dan tak seorang berkabung.

Ajal yang hitam
tanpa pahatan.
Dan mayat biru
bakal dilupa.
Tanpa air siraman.
Tanpa bua-buah lerak
kulitnya merut berdebu.
Awan yang laknat
dengan maut-maut di kantongnya
melarikan muka
senyum laknat sendirinya.
Ada pisau tertinggal di jalan
dan mentari menggigir di atasnya.
 
 
"Puisi: Pisau di Jalan"
Puisi: Pisau di Jalan
Karya: W.S. Rendra

Post a Comment

loading...
 
Top