Abstraksi Jalan Raya

Matahari membakar udara
wajah-wajah aneh
berubah topeng-topeng
ekspresi-ekspresi aneh
berubah dungceng-dungceng
mengalir sepanjang siang
hari ke hari.

Hujan mengguyur kota
orang-orang aneh
menatap udara
sambil mengusap wajah
berteriak parau
sambil menyebut
sebuah nama.

Antara panas dan hujan
langkah-langkah sepanjang jalan
bunga-bunga di tangan
mengulur salam
orang muda 
lahir dari segala pasca
mengusung beban dunia.

Juni, 1999
"Puisi: Abstraksi Jalan Raya (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Abstraksi Jalan Raya
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top