Monolog Burung Lelayang

Mendengar gemerisik kami terbang
semesta jadi hampar tualang
tapi manusia merampas ulang
sarang walet
serat kehidupan.

Cericitnya tak pernah henti
berontak jiwa dengan bahasa tak kita mengerti

Kami pewaris sah kerajaan gua purba
harus relakan sarang-sarang diambil
selagi cinta menetas dalam gigil
sarang walet
serat kehidupan.

Sarawak
November, 2008
"Puisi: Monolog Burung Lelayang (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Monolog Burung Lelayang
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top