Sajak Merah

Ada apa di kaki bebukitan?
Biri-biri dan petani saling peluk
membagi duka sepanjang musim
bicara cuma dengan kedip mata:
Oi padi, oi rumput semi
berpeluklah bersama kami
merah langit hari ini
merah pula matahari
merah bebukitan
merah pula tubuh keringatan
adakah karena murka Tuhan?
Di kaki cakrawala
perahu dan nelayan saling pagut
membagi tangis sepanjang tahun
berberkayuh cuma dengan nafas keluh:
Oi ikan, oi bayang pelangi
berpeluklah bersama kami
merah langit hari ini
merah pula matahari
merah cakrawala
merah pula duka-duka
adakah karena sesaji kurang lengkapnya?
Hari ini biri-biri dan petani pulang baring
di otaknya hari-hari pun berpusing
hari ini perahu dan nelayan pulang hening
di pintu rumah si bungsu yang lapar jatuh terguling
merah bebukitan
merah cakrawala
merah-merah-merah
di pelupuk mata menggenang darah.

1979
"Puisi: Sajak Merah (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Sajak Merah
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top