Selamat Malam, Cakranegara

Malam bersalam lewat ketipak kuda
andong tua menawarkan keramahan
mengantar lelaki yang bosan kegaduhan rakyat.

Lelaki memikir dan beridentifikasi
disalaminya kusir tua menyimpan hari dalam keluhan
yang menggenggam kendali dengan setia
seratus rupiah saja, pak, sampai ke Bale Murti
segala souvenir bisa anda nikmati, katanya
lantas berangkat dan bicara bagai sahabat lama

Kusir tua terhenyak dalam renungnya
inilah warna baru kehidupan?
senyum lega dan perut istri identik lembaran uang

Semoga Gusti tahu saja, bisiknya
dan selamat malam Cakranegara.

Jakarta, 1980
"Puisi: Selamat Malam, Cakranegara (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Selamat Malam, Cakranegara
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top