loading...

Setelah Membaca Legenda Kalinyamat


I
Selembar catatan tua di rumah kuna
dusun kelahiran para perempuan perkasa
yang pernah dibelenggu jiwa rantai ombak utara
akan datang masanya cerita sesat tak lagi
tetap tataplah langit utara
seorang anak manusia datang membebaskan
citra terpenjara
seratus perang nuju Malaka
delapan pulang sisa kekalahan
terpatri jadi prasasti kebanggaan
tonil dan sandiwara sembunyikan itu di balik tabir
kini telah berakhir dan kenyataan hadir

Ombak masih mengiringi musim
angina masih menyalami pohon mahoni tua
dan menggugurkan bunga tanjung di halaman
doa dan tembang pagi masih dilantunkan
meski muara sungai Wisa tak lagi penuh perahu
arusnya telah terlipat dalam wiru
namun Jepara masih ada
Kalinyamat harumi jiwa


II
Kota terus tumbuh seiring perjalanan abad-abad 
selalu tersisa orang-orang yang membaca macapatan
mencoba menangkap jejak cinta sang ratu
pada serat pelangi di langit kota senja hari
pada gurat relief jati simpan cerita misteri kejayaan

Mengawali wajah dalam cermin kuno di pendapa
terbayang para perempuan dan lelaki penerus
sejarah, penabur benih kehidupan masa datang
genduk Si, genduk Si, lambainya dari balik situs benteng
Portugis tua, jangan henti.

2002
"Puisi: Setelah Membaca Legenda Kalinyamat (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Setelah Membaca Legenda Kalinyamat
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top