loading...

Tembang Kasmaran 84 Purnama

Kembara tanah selatan
menahan nafas menyimak teratak tua
dari balik dinding muncul sosok aneh
menghela bayang - bayang
pelan diletakkan di ujung kaki lelaki
nampak kembali bayang memanjang
lelaki tertegun dan kasmaran
menyapa: izinkan aku bermukim
menunggu teratak menjaga musim
meski utara pernah mbalelo pada selatan
mari kita bangun jembatan pelangi
angin laut kita jadikan penepis maut 
perang dulu kita catat jadi sejarah baru
musim - musim mereka ikat jadi Satu
baru 84 purnama tembang kasmaran itu
hadir sosok durga menebar jaring
lelaki tanah selatan kena gendam
sumpah dan janji diingkari
cinta dan setia dikhianati 
sejarah anak manusia berulang kembali.

Bogor, 2008
"Puisi: Tembang Kasmaran 84 Purnama (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Tembang Kasmaran 84 Purnama
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top