loading...

Masih Pagi

Masih pagi begini kamu mau ke mana?
Kemarin kamu bilang sakit,
sekarang pagi-pagi malah sudah bangun,

dan siap-siap pergi.
Wajahmu tampak pucat,
coba saja lihat di cermin.

Kamu tak takut lagi lihat cermin, bukan?
Cermin tidak pernah bermaksud
menakut-nakuti,

sekedar memberi tahu
bahwa kita sudah sampai
di ruas tertentu.

Ya, ketika galur-galur di wajah kita
tampak tambah tegas.
Apa kamu bilang? Tanda sudah tua?

Tentu saja, tapi apa
hubungannya dengan makam?
Siapa yang berhenti?

Maksudku, siapa yang menyuruhmu
berhenti lekas-lekas?
Dan sekarang kamu malah mau pergi.

Ini kan masih pagi.Benar,
katamu cermin semakin menyakitkan,
suka cerewet dan memberi tahu kita

macam-macam yang sebenarnya
tidak kita pahami benar
tetapi yang membuat kita jengkel

sehingga tidak begitu suka lagi bercermin.
Tapi, apa pula urusannya?
Ini masih pagi, kamu mau ke mana?

"Puisi: Masih Pagi (Karya Sapardi Djoko Damono)"
Puisi: Masih Pagi
Karya: Sapardi Djoko Damono

Post a Comment

loading...
 
Top