loading...

Sajak Busuk

Sajakku,
sajak yang kau bilang busuk dan usang
takkan pernah mau telanjang memamerkan kemaluan
seperti dirimu yang kadang pulang
sesekali ingat rumah dan jalan, namun lupa dimana
celana dalam dan kaus kutang kau tanggalkan
usai begadang semalaman
mengeja hidup baru yang gagal kau temu
hakekat makna kesejatian.

Sajakku,
sajak yang kau bilang gampang dibilang
lantaran busuk dan usang
meski jauh kemana berlayar
mengembang ilmu mengasah akal pikiran
takkan pernah menyerah
pasrah kepada gelombang kehidupan yang bagai bah
dialiri barang produksi
dari yang usang, busuk hingga keluaran terkini.

Sajakku,
sajak yang tak pernah kau hitung dalam bilangan
tak kau sadari luput dari pengamatan
ia bergerilya di mana-mana
desa, hutan dan pegunungan
menyembul dari palung, selat dan lautan
menjelma pedagang yang menguasai pasar di kota
petani dan nelayan yang memasok kebutuhan hidupmu sehari-hari
menjadi napas buruh dan kuli
malih rupa semangat kala berhadapan dengan kezaliman rejim industri
yang mengadopsi hukum busuk dan usang
; penjajahan!

Sajakku,
sajak yang gampang kau bilang
takkan pernah busuk dan usang
meski kau hadang dari jaman ke jaman!

Solo, 2008
"Puisi Sosiawan Leak"
Puisi: Sajak Busuk
Karya: Sosiawan Leak

Post a Comment

loading...
 
Top