Out of Dream

Di antara punya uang dan punya
utang terhampar padang impian:
pengharapan empat varian angka
dari empat belas kali pacuan kuda.

Menjelang subuh terbayang
di kabut pagi, tengah hari
terpampang: "yang sejati itu dari gua,
pohon krowak atau pelupuk mimpi?"

"Mana yang mungkin?" katamu. Primbon
dan empat belas tafsir impen menyatakan:
mesjid itu pertanda kemakmuran. Aula bagi
jamaah yang senantiasa kenyang sendawa.

Petang hari aku melihat kamu pasang
jerat di cabang lurus pohon durian,
di surut matahari kamu menenggak portas
: menantang kereta tanpa talqin dan takbir.

Katamu, "sajak ini ditulis saat utang menggila
dan di luar: debt collector geram menunggu"

2008
"Puisi Beni Setia"
PuisiOut of Dream
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top