Bisnis

header ads

Puisi: Sticky Fingers (Karya Beni Setia)

Sticky Fingers

Sticky Fingers. Jari-jari logam bergeser pada snar
gitar listrik. Pengeras pun mengumandangkan gaung.
Di kamar: Pada pendengaran minor menetas. Engkau
menangis. “Bagaimana agar kita bisa bahagia?” Itu!
Sebuah lengkingan. Hantaman drum. Derap langkah di
lorong. “Musim rontok, musim rontok” teriak pastor
dan kita pun jadi daun gugur, dan terpusing-pusing
dalam jurang musim dingin.

“O!” lenguhmu - jauh. Pelan dan pilu. Jauh. Jauh!
Ya. Meski kita saling menatap. Meski kita saling
mengusap. Nyatanya kita hidup sendiri-sendiri. Ya!
Engkau rindu Katmandu. Aku rindu Greenwich Village.
“Kita berpisah saja” teriakmu. Dinding mengangguk.
Aku menggelinding bersama Rolling Stones. Terkapar.
Hitam bagai Jimi Hendrix.
Hitam.
1982

CATATAN:
Puisi ini berasal dari Buku Legiun Asing, tidak memiliki judul. Admin yang memberikan judul untuk puisi ini.
"Puisi Beni Setia"
PuisiSticky Fingers
Karya: Beni Setia

Posting Komentar

0 Komentar